Tuesday, November 16, 2021

MALAM YANG PANJANG

Mengikhlaskan kepergian
menghiris halus hatiku
kuusapkan telapak tangan di wajahmu
telah hilang kehangatan

memandangmu
merasakan hangatmu yang tertinggal
masa-masa menyenangkan
seperti langit merelakan butiran hujan seharian

mereguk sunyi kehilangan
membekas di jendela mata
di tepian 
lamunan menunggu pagi
alunan syahdu luka terdalam
amat berat
menunda rasa.



Thursday, November 11, 2021

KENANGAN ITU

Yang tersisa dalam dada
menyuguhkan deretan puisi
adalah candu yang rela
untuk tidak berkata dengan air mata

waktu tetap berdetik
tak pernah punya rupa
ia rasa yang menggenang
meluap pada jejari kenangan

datangnya tiba-tiba
putusnya tali kasih mesra
tiupan angin seakan menyapa
sehelai daun hati meniti ingatan

mataharipun tenggelam
menyembunyikan hamparan kisah
betapa rasa
peritnya bermadu.

Tuesday, November 9, 2021

LUMPUR AMARAH

Terlalu klise bunyinya
apabila kutulis
tentang bulan

pada malam itu
kau menjadi serigala yang melahap hatiku
kurelakan saja semahumu

batas-batas memuncak
laungan nafasmu
sangat kurindu

tapi sayang
rindu ini penuh kecewa
kelakuanmu jadi parah

engkau menindas 
seluruh kampungku
bahkan nyawa dilibat

betapa derasnya 
alir darahmu
jantung menderu-deru

aku takut
fobia
setiap kali hujan.



BERPISAH TIADA

Sinonim puisi ialah kopi
malah hujan
pisau
dan air mata

kau yang bijak 
kenapa jadi orang ketiga
hadir dengan perisai klise
bukankah dulu kita sama di garis mula

lalu bersama memburu erti
agar tinta kita penuh makna
cuma kau memilih rona merah
kami biru

penulis yang telah lama mati
aksara katanya telah hitam
seiras kopi pahit
dipekatkan ketika hujan

sama waktu mata pisau di pergelangan tangan membuakkan air mata kenangan.