Sunday, June 27, 2021

KELUMIT MASA

Uban
seperti ini 
jarang diwarnakan
hingga
titik hujan tinggal sisa
dibilang
kita semakin cakna
dan tua
mula berserah kepada-Nya.

Thursday, June 24, 2021

HEMPEDU BERDENDANG

Bawang 
memandang sinis padaku
sepertinya ia penembak tepat
bertutup sebelah mata
bila-bila saja menarik picu keganasan

apa ia satu-satunya 
empunya hak bersuara
di dapur maya
yang bersembunyi di sebalik
bakul keresahan

tidakkah ia tahu
bahawa pisau berbaur kemusnahan
banyak kali menjadikan sukunya
rangup pada permukaan
sup petualang.



LEMBAH KESUSAHAN

Di titik pertemuan dua dinding
hati dihiris persoalan
meraba cahaya
kehilangan genggaman
pada tabut perjanjian

dalam kelam
gema tangis kedengaran
meraung kepedihan
setelah banyak hukum 
dipinggirkan

masa tersekat 
semahunya menidakkan 
membelakangi kenyataan
melindungi kesusahan 
lebih-lebih lagi kematian.



Wednesday, June 16, 2021

INDAH

Hendak memaknai indah

akupun diam

saat paling ramah

titik tinggi nilainya

dalam situasi ini–


penuh sendu rindu.


Senja menenangkan dengan langit terlihat

pertemuan kita terlalu singkat.

Thursday, June 3, 2021

TERINGIN

Sesekali—

Tidak. 

Saat ini teringin sekali memori lampau berulang lagi.

Ingin menyusuri lalu mensyukuri liku-liku hidup yang pernah dilalui.

Tidak ada penyesalan untuk diubati dan hanya ada ucapan terima kasih atas pengalaman diri.

Masih segar di ingatan warna-warni yang terlakar di sanubari.

Masih segar di hati gelak jenaka yang menghiburi...

Betapa istimewa dengan kamu tanpa mampu kusebut satu persatu. 

Kamulah yang telah membentuk hidup dan memaknai setiap langkahku.

Terima kasih. 

Apa khabar saudara dan saudari? 

Semoga semuanya dalam lingkungan indah berseri.

Kepada teman lelaki, teruslah menjadi nadi, kepada teman wanita, teruslah abadi.