Aku memerhatikan si diamenyisir
rambutnya,
sesudah itu...
melihat gincu diratakan
di bibir dia.
Aku mengatakan kepadanya,
'Cukuplah...
rambutmu sudah secantik Putri Maria,
bibirmu sudah cukup
membuat
hati lelaki merana.'
Nyata aku merana
kerana engkau
bukan milikku...
No comments:
Post a Comment