Angin membuai sekelopak bunga
cantik
warnanya
pekat merahnya
takkan bunga memilih tak berbunga
kerana tumbuhnya harus mekar
sesegar
seindah embun pagi
jiwa yang bertandang sebelum
terang benderang
cukup memahami
bagaimana rasanya damai
di sanubari
bagaimana rasanya berterima kasih
atas ketenangan yang dianugerahkan.
Membisikkan Pelangi
...busur-Ku, Kutaruh di awan, supaya itu menjadi tanda perjanjian antara Aku dan bumi. ~ Kejadian 9:13
Friday, June 19, 2026
TERIMA KASIH
Wednesday, October 22, 2025
KADANG-KADANG
Kadang-kadang, mahu menitis air mata
apabila rakan lama yang menjadi
simbol inspirasi
akan kekuatan
keteguhan iman selaku pegawai madani
pendidik alias pemimpin yang
melangkau jauh ke hadapan
kami saling memahami
kamu tentu memahami juga
hanya air mata yang menelan dan
mengalirkan tekanan semasa.
Tuesday, September 23, 2025
LELAH
Gula lelah, menyerah — larut dalam kopi pekat, meninggalkan manis yang tak menuntut.
~Mas Carra
Tuesday, September 9, 2025
JUSTICE FOR WHOM
Krisis yang dibarai hadir tanpa suara. Hanya memerhati bagai helang yang mengukur keliling. Usah dibuka pintu yang tak mampu dirapatkan kerana doa telah menang dalam Tuhan. Puisi terbaik dengan penyelesaian. Kita akan tetap mati, kalau kita lupa itu kita akan lupa bagaimana hidup.
Kita datang dan pergi...
Thursday, May 22, 2025
SALJI SI MERPATI
Mata memandang hanya indah
parut lama telah redha
angin bersiul di antara kisah
di musim salju.
Sinarnya semakin terserlah
nampaknya antara kita
mentari bukan lagi menghangati hati
malah merahmati dan menyayangi.
Kaki melangkah atas debu putih
jejak-jejak pun larut
dalam dingin yang sunyi
si merpati terbang tak tinggi
membawa risalah rindu yang menjerat.
Waktu bergulir
mengukir makna yang baru
salji pun turun lembut menutup segala lara
tinggallah kita di bawah langit sama.
DIRI MENTARI
Dalam suasana kelam yang pekat hitamnya
kita mencipta terang dari hati
mentari kecil tak pernah padam
menyala meski badai mengganas di perjalanan.
Bagaimana menerangi hari dengan pilihan rona jika terlalu terhad?
Lihatlah:
kuning senja, jingga fajar, emas di antara kerikil jalan.
Bahkan bayangan pun adalah bukti kita berdiri di bawah cahaya.
Apakah putih itu benar bersama hitam?
Tentulah.
Seperti pelangi yang lahir dari air mata langit.
Dan awan kelabu tak akan hilang menjadi hujan?
Biarkan ia tertumpah!
Dari setiap titisan tumbuh padi harapan
dari setiap guruh lahir keberanian.
Seperti keyakinan ini
bukan hanya percaya tapi terus berjalan
menyuluh lorong gelap dengan api jiwa
sampai kelam pun mengakui:
Kau adalah cahaya yang tak terkalahkan.
IKHLAS
Dada
terlalu berat bebannya
dihimpit kata
yang dalam maknanya.
Nafas
begitu sesak hembusnya
disekat tetanda tanya.
Inikah indah pandang pertama
seperti itulah dia bulan purnama.
Hati ingin memuji wajah
yang bercahaya dengan tabah.
Hati ingin bertanya nama
tapi cukuplah khabar sahaja.
CAHAYAMATA
Di hujung malam hening
kupintal doa di antara mimpi
mengharap dihadirkan pelangi di langit sendu
berkali-kali kubisikkan harapan
pada langit pada bintang jauh
cahayamata
datanglah dalam pelukan
jadilah jawapan dalam setiap keluh
kutitipkan doa pada angin malam
agar engkau datang membawa salam
mengisi ruang hati yang ada namamu
selalu kusebut,
walau belum hadir dalam pandangan
namun sudah menyatu dalam impian.
Tuhan berikan cahayamata yang lembut
permata hidupku
datanglah, bawa sinar dalam langkah baru.
RIBUTNYA CINTA
Di tengah ribut malam yang menggoncang
angin membelah sunyi menerjang
kita berdiri tak goyah tak hilang
dalam badai hati cinta tetap gemilang
kilat menyambar langit bergetar
namun pelukanmu adalah pelabuhan sandar
riuhnya hujan gemuruhnya petir
hanya hiasan di bawah tatapanmu yang mengalir
ketika dunia berontak tanpa henti
cinta kita tetap sunyi seperti janji
tak peduli gemuruh yang berderu
aku dan kamu selalu satu
dalam ribut ada kasih yang mendalam
romantisnya hati di tengah badai yang kelam
kerana cinta sejati tak akan surut
meski ribut cinta kita takkan tersulut.
Friday, May 16, 2025
PERSIMPANGAN
Bintang-bintang
menyala dalam gulita
hati terhenti
di persimpangan arah
ke kiri
ke kanan
dengan redha
menoleh ke belakang.
Tiba-tiba
langit retak oleh cahaya
dada bergetar
mimpi
atau nyata
apakah malam menguji makna.
Jemari
meraba jawapan buta
bukalah
hati yang beku lama
kikis bisik-bisik
dari sudut sukma
kerana hati ini
milik mutlaknya
ia tahu
tajam antara sinar dan duri
mana bintang mana bulan.
Ada yang tergantung
di ruang sukma
terlalu berat
untuk diungkaikan
seakan-akan
cahayanya masih ada
tapi jaraknya
bukan lagi mimpi.
Thursday, May 15, 2025
AWAS
Waktu
Aku
Sendiri
Alami
Wangian
Alam
Semesta
Ada
Waktu
Aku
Sedari
Aku bukanlah
Wangi yang dipuja
Aku hanyalah
Seperti angin berlalu di pipi pantai.
Awas...
Waktu cuma sementara
Akan pergi pada saatnya
Selamanya.