PERSIMPANGAN
Bintang-bintang
menyala dalam gulita
hati terhenti
di persimpangan arah
ke kiri
ke kanan
dengan redha
menoleh ke belakang.
Tiba-tiba
langit retak oleh cahaya
dada bergetar
mimpi
atau nyata
apakah malam menguji makna.
Jemari
meraba jawapan buta
bukalah
hati yang beku lama
kikis bisik-bisik
dari sudut sukma
kerana hati ini
milik mutlaknya
ia tahu
tajam antara sinar dan duri
mana bintang mana bulan.
Ada yang tergantung
di ruang sukma
terlalu berat
untuk diungkaikan
seakan-akan
cahayanya masih ada
tapi jaraknya
bukan lagi mimpi.
No comments:
Post a Comment