Teduhkanlah sebentar hati ini dengan awan putih gebu
terlalu bersinar wajahnya bak mentari pagi hingga jatuh hati dilihat
terlalu indah, bertambah indah bersama senyum di bibirnya
mata yang memukau menggenggam jiwa menjadi rindu.
Datanglah awan bersemi
selimuti debar yang menggebu di hati
jadilah payung di kala terik merangkul sukma
dia dan aku, bagai langit yang mahu memeluk senja
bersatu dalam warna rindu yang tidak bertepi.
Biarlah waktu berhenti sejenak
di antara helaan nafas cinta dan bisikan angin kasih
kita adalah puisi yang ditulis alam
abadi dalam pelukan yang tidak terucap.
...busur-Ku, Kutaruh di awan, supaya itu menjadi tanda perjanjian antara Aku dan bumi. ~ Kejadian 9:13
Wednesday, May 14, 2025
AWAN PAGI
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment