nikmatnya
tak terkata
masing masing meneroka
tubuh cinta
...busur-Ku, Kutaruh di awan, supaya itu menjadi tanda perjanjian antara Aku dan bumi. ~ Kejadian 9:13
rapunzel sering bertanya akan nasibnya
matahari tidak lagi bersinar
pada siangnya
malam pula semakin kelam
tanpa setitis cahaya
dahsyat nian dia teraniaya
hal itu diempati putera
anak kepada raja yang menjatuhkan
hukuman penjara
agar gadis desa itu tersisih lebih lagi
nun jauh di menara dalam rimba
setiap hari
putera menunggang kudanya
berbulu putih
menelusuri denai hati
setibanya di perkarangan menara sengsara
dia mendongak dan berkata kepada puteri pilihannya
bagaimana
bakal isterinya dengar dari jarak sejauh itu
hingga bertahun lamanya mereka tanpa balas bicara
hanya mampu berpandang mata
rambutnya mulai panjang
mencecah gapai tangan putera
lalu dengan cermat
dia mendaki impian pada tebing menara
setelah mereka bersama
anak raja itu tidak serik berkata,
kaucantik hari ini, dan aku suka.
Kata embun tadi
sebelum ia menutup mimpi
carilah kehendak nurani
nanti apabila mentari
berpaksi
dari timur negeri
sentuhan abadi membajai pipi
agar terus berseri seri
memori
berperi peri
buat hidup indah alami
penuh nikmat tersendiri.
ada bayang
kelihatan di kaca mata
cahaya memudar
lembayung layu setelah melamun panjang
lalu beku bersama arus waktu
jejak jejak diam
menyusupi celah awan dinihari
tirai mata tak mampu lelap
dia masih bernyanyi di ingatan
meledak akan pilu.
Semakin berat tanpa ada kepastian
adakah lagi ruang mengisi kenangan
rona hati ketika kauhadir mengisi pelangi
gerak indah perhatian
menoreh keluar karpus derita
kita larut seiring masa
menuang cerita dan sandiwara
betapa mendadak suhu di benak
apabila kaususun sepermintaan
untuk menemanimu
mengeja cinta
langit-langit di kamar hidupku
merenda
windu mengguyur rindu.