Saturday, September 8, 2012

PENAWAR DUKA

Sebelum kau teruskan..
Sejenak fikir dahulu ya sayang,
Bukan mengingatkan pada yang itu,
Tetapi ku ungkapkan kata kerana wajahmu.

Bila aku bersedih,
Atas segala kekecewaan di dunia ini,
Ku renung lagumu,
Melihat engkau menyanyi,
Dengan senyummu yang mengancam kalbu,
Raut wajah sungguh sempurna bagiku,
Kedua mata..
Kening yang indah,
Hidung mancung hendak ku gatal,
Bibir menawan pasti ku cumbu lama,
Gigi tersusun bersih bersinar,
Dagu dan dahi tanda kau perawan,
Rambut lurus kemas dipandang.

Hendak ku kata hanya padamu,
Kau penawar duka bila aku berduka,
Sesungguhnya penyeri alam,
Bila bencana datang,
Seutuh bintang kekal di angkasa,
Terang bulan di saat itu,
Serumpun hijau senang mataku memandang.

Sejurus merenung wajahmu,
Hatiku berkobar lagi,
Berdiri terus aku mampu,
Rugi ku terima,
Kekalahan ku pasrah,
Hanya dengan hadirnya dirimu,
Gempa bumi ku senyum dengan hati yang waja.


Jika dunia hanya tiga warna,
Mungkin jingga, hitam dan perang...
Aku tidak kisah,
Jika waktu itu,
Kau dan aku bersama senyum antara.

No comments:

Post a Comment